Rencana Terbaik

Rencana Allah itu pasti rencana terbaik, meskipun terkadang tak sesuai dengan rencana kita. Percayalah, Allah tidak pernah salah menentukan jalan dan selalu tepat waktu. Memang sih, jalan yang dipilihkan untuk kita tidak selalu mulus dan tanpa hambatan. Karena dari sanalah kita belajar arti sebuah perjuangan. Berkaitan dengan waktu, apa yang kita minta hari ini, tak selalu Allah kasih hari ini juga. Dari sana kita belajar arti sebuah kesabaran. Apapun itu deh, Allah pasti kasih yang terbaik buat umat-Nya.
Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti memiliki rencana, entah rencana jangka pendek maupun jangka panjang. Gue ambil contoh, ahhaa tentang pernikahan aja ya contohnya. Gue, lue, lue, kalian semua yang masih single pasti punya rencana untuk menikah kan. Misal, target nikah di usia 24, 25, atau 26 tahun. Tapi ya yang namanya jodoh, kita gak tahu bakal berjodoh sama siapa dan kapan pernikahan itu bisa berlangsung. Kita cuma bisa berusaha dan berdoa. Okay, kali ini gue ada sebuah kisah yang mau gue share.
“A seorang wanita berusia 25 tahun dan bekerja di sebuah Bank. A berpacaran dengaan B sejak kuliah tingkat akhir. Hubungan mereka sudah berjalan 4 tahun dan tentunya mereka juga berpikir ke depan, menjalin hubungan yang serius, dan berniat untuk menikah. Akan tetapi karena perbedaan prinsip akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri semuanya sebelum terlalu jauh. Padahal, A memiliki target menikah sebelum berusia 26 tahun. Sakit, kecewa, sedih, dan jelas sangat menyakitkan. Tapi mau apa lagi, kembali ke B gak mungkin, bukan gak mungkin sih, lebih tepatnya gak mau karena dirasa perbedaan itu gak bisa diselaraskan. A hopeless banget karena targetnya tak akan tercapai. Down, pasti lah! Tapi A tak berhenti di sini, dia mengalihkan rasa sakitnya ke kegiatan lain yang lebih banyak menguras tenaga dan pikirannya. Jadi, tak sedikitpun ia sisakan ruang untuk merasakan sakitnya gagal mencapai target.
A lebih fokus dengan pekerjaan dan tentunya membuat kinerjanya semakin membaik. Salah satu lomba yang diikuti A yaitu The Best Employee. A lolos sebagai perwakilan regional dan akan berkompetisi tingkat nasional. Finally, A lolos sebagai The Best Employee tingkat nasional. Karir semakin melejit, dapet hadiah yang lumayan banyak, bisa jalan-jalan gratis ke luar negeri. Bukan lumayan lagi kan .
Suatu hari A ketemu C di dunia maya, C temen kuliah A satu fakultas tapi beda jurusan. Awalnya hanya berteman biasa tapi ternyata memiliki visi yang sama akhirnya A dan C memutuskan untuk lebih dari sekedar berteman. Tak lama kemudian C bermaksud untuk menikahi A. C melamar A dan sebentar lagi hari bahagia itu akan tiba. Alhamdulillah ”
Beberapa hikmah yang bisa diambil dari kisah di atas yaitu, pertama, orang yang berpacaran lama dan berencana menikah sekalipun, belum tentu berjodoh. Kalau putus dengan pasangannya, anggap saja kalau dia bukan jodoh kita. Dia berarti bukan orang yang tepat untuk mendampingi kita. Percaya deh kalau Allah akan segera mempertemukan dengan orang yang tepat yang telah Allah pilihkan buat kita. Kedua, kalau sedang patah hati, down, sedih, galau, boleh-boleh aja tapi jangan berkelanjutan. Sehari dua hari it’s ok lah, hidup harus terus berlanjut kawan. Carilah kesibukan, aktivitas positif yang bisa mengalihkan pikiran kita dari hal yang menyakitkan tersebut. Buktinya di kisah ini, malahan bisa sukses dan makin cemerlang setelah patah hati. Ketiga, tetaplah berhubungan baik alias bersilaturahim dengan teman-teman di sekeliling karena boleh jadi jodoh kita ada di antara mereka. 
Intinya, bolehlah kita buat rencana yang paling indah, tapi lihat, rencana Allah ternyata lebih indah mamen! Kalau misalnya A jadi nih menikah dengan B sebelum usia A 26 tahun, bisa jadi A gak akan pernah merasakan jadi The Best Employee tingkat nasional, dapat hadiah jutaan rupiah, jalan-jalan gratis ke luar negeri pula. Tuh kan tuh kan,, pasti selalu ada alasan terbaik setiap kejadian yang kita alami. Baik itu kejadian yang menyenangkan maupun menyakitkan. Yang penting kita tetep bersyukur dan yakin kalau Allah tak akan pernah meninggalkan umat-Nya sepanjang kita terus berusaha dan berdoa, dan percayalah Allah selalu memberikan yang terbaik umat-Nya.
Thankyou Allah for everything,, Terimakasih untuk hari kemarin, hari ini, esok, lusa, dan seterusnya :*.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s